<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penerbit mingguraya PRESS</title>
	<atom:link href="http://mingguraya.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mingguraya.com</link>
	<description>Info Buku Penerbit mingguraya PRESS Banjarbaru Kalimantan Selatan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 05:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kontes Cerpen RADAR BANJARMASIN dan MGR 2011   Total Hadiah Jutaan Rupiah!</title>
		<link>http://mingguraya.com/kontes-cerpen-radar-banjarmasin-dan-mgr-2011-total-hadiah-jutaan-rupiah.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/kontes-cerpen-radar-banjarmasin-dan-mgr-2011-total-hadiah-jutaan-rupiah.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Hadiah Jutaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[MGR]]></category>
		<category><![CDATA[Radar Banjarmasin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Buat kawan-kawan yang suka menulis cerita pendek (cerpen), berikut ada informasi ajang lomba menulis cerpen yang dilaksanakan oleh harian Radar Banjarmasin dan komunitas MGR. Kontes Cerpen RADAR BANJARMASIN dan MGR 2011 Total Hadiah Jutaan Rupiah! Kamu pelajar atau mahasiswa? Tinggal atau atau pernah datang, atau setidaknya kenal dan pernah dengar tentang kota Banjarbaru? Terlebih kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://kayuhbaimbai.org/wp-content/uploads/2011/11/lombacerpenmgr.jpg" alt="lomba" class="alignright"/>Buat kawan-kawan yang suka menulis cerita pendek (cerpen), berikut ada informasi ajang lomba menulis cerpen yang dilaksanakan oleh harian Radar Banjarmasin dan komunitas MGR.</p>
<p>    Kontes Cerpen RADAR BANJARMASIN dan MGR 2011<br />
    Total Hadiah Jutaan Rupiah!</p>
<p>    Kamu pelajar atau mahasiswa? Tinggal atau atau pernah datang, atau setidaknya kenal dan pernah dengar tentang kota Banjarbaru? Terlebih kamu suka mengkhayal? Pintar merangkai kata? Jagoan membuat alur? Siapa tahu kamulah penulis besar itu! Kejutkan kami dengan karyamu, ikutilah lomba cerpen kerja sama Radar Banjarmasin dan komunitas MGR Banjarbaru!<br />
<span id="more-85"></span><br />
    Bagaimana Caranya?</p>
<p>    &#8211; Pastikan kamu adalah pelajar atau mahasiswa, baik yang berdomisili di Kalimantan Selatan atau di luar provinsi. (dibuktikan dengan kartu pelajar atau surat rekomendasi sekolah atau kartu mahasiswa).<br />
    &#8211; Naskah cerpenmu ditulis dalam bahasa Indonesia dan merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan. Panjang karangan antara 8.000-15.000 karakter (with space), atau 4-8 halaman ketik 1,5 spasi, kertas ukuran A4 dengan huruf standar (Times New Roman, 12). Sertakan biodata dan alamat lengkap (termasuk nomor telepon dan e-mail. Boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.<br />
    &#8211; Naskah lomba dikirim kepada Panitia sebanyak 3 (tiga) kopi perjudulnya, selambat-lambatnya tanggal 27 Desember 2011</p>
<p>    Tema?</p>
<p>    &#8211; Bebas! Tapi harus yang berlatar Banjarbaru, entah itu dari sejarah, persaudaraan, cinta, keindahan alam, potensi ekonomi, kemajemukan masyarakatnya, kuliner, pariwisata, dan lain-lain</p>
<p>    Kirim ke</p>
<p>    Redaksi Buku dan Sastra Radar Banjarmasin u.p Randu atau Irma<br />
    Landasan Ulin Km 26 Banjarbaru, Kalimantan Selatan</p>
<p>    Ada hadiahnya?</p>
<p>    Ya Iyalah! Kalau tidak ada hadiah, bagaimana mau berkarya? Ini jika kamu menang!</p>
<p>    Juara 1 Rp 2.500.000,00 + trophy dari MGR + paket buku penerbit mingguraya Press<br />
    Juara 2 Rp 1.500.000,00 + trophy dari MGR + paket buku penerbit mingguraya Press<br />
    Juara 3 Rp 1.000.000,00 + trophy dari MGR + paket buku penerbit mingguraya Press<br />
    Juara Harapan 1 Rp 750.000,00 + trophy dari MGR + paket buku penerbit mingguraya Press<br />
    Juara Harapan 2 Rp 500.000,00 + trophy dari MGR + paket buku penerbit mingguraya Press<br />
    Juara Harapan 3 Rp 250.000,00 + trophy dari MGR + paket buku penerbit mingguraya Press</p>
<p>    Cerpen pemenang akan dibukukan dengan kumpulan cerpen terbaik Radar Banjarmasin 2011.<br />
    CATATAN:</p>
<p>    Bagi yang sudah mengirimkan cerpen, harap konfirmasi melalui SMS/call ke 0511-7390710</p>
<p>    “Mari menulis, mari berkarya, mari mengenali kota Banjarbaru!<br />
    Dewa Pahuluan, Presiden MGR</p>
<p>    Lomba cerpen ini kerjasama :</p>
<p>    Radar Banjarmasin<br />
    MGR<br />
    penerbit mingguraya Press</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/kontes-cerpen-radar-banjarmasin-dan-mgr-2011-total-hadiah-jutaan-rupiah.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Gratis Kumcer Tembok Suci</title>
		<link>http://mingguraya.com/download-gratis-kumcer-tembok-suci.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/download-gratis-kumcer-tembok-suci.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 05:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Pena Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerpen AL Fallah]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes AL Fallah]]></category>
		<category><![CDATA[tembok suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang penasaran dengan buku kumpulan cerpen Tembok Suci karya anak-anak Forum Pena Pesantren, sekarang Anda bisa mendownload PDF-nya, gratis. Download Tembok Suci.pdf]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="tmbk sc" src="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/temboksuci-300x237.jpg" title="tmbk sc" class="alignleft" width="300" height="237" />Bagi Anda yang penasaran dengan buku kumpulan cerpen Tembok Suci karya anak-anak Forum Pena Pesantren, sekarang Anda bisa mendownload PDF-nya, gratis.</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/document/u03cylhR/Tembok_Suci.html">Download Tembok Suci.pdf</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/download-gratis-kumcer-tembok-suci.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok Suci</title>
		<link>http://mingguraya.com/tembok-suci.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/tembok-suci.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 06:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Pena Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerpen AL Fallah]]></category>
		<category><![CDATA[ponpes AL Fallah]]></category>
		<category><![CDATA[tembok suci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Tembok Suci merupakan judul buku Kumpulan Cerpen yang ditulis oleh para santri Pondok Pesantren Al Fallah yang tergabung di dalam Forum Pena Pesantren. Di dalam buku kumpulan cerpen Tembok Suci ini menghadirkan 10 Cerita Pendek dengan berbagai cerita yang variatif. Seperti yang dikatakan Harie Insani Putra, ia mengaku cerita-ceritanya asyik, para pengarang berusaha menangkap lokalitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/temboksuci.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-67" title="temboksuci" src="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/temboksuci-300x237.jpg" alt="kumpulan cerpen tembok suci" width="300" height="237" /></a>Tembok Suci merupakan judul buku Kumpulan Cerpen yang ditulis oleh para santri Pondok Pesantren Al Fallah yang tergabung di dalam Forum Pena Pesantren. Di dalam buku kumpulan cerpen Tembok Suci ini menghadirkan 10 Cerita Pendek dengan berbagai cerita yang variatif.</p>
<p>Seperti yang dikatakan Harie Insani Putra, ia mengaku cerita-ceritanya asyik, para pengarang berusaha menangkap lokalitas dunia pesantren dari sudut pandang seorang santri. Ada haru, lucu, juga bahagia usai membaca karya para pengarang buku Tembok Suci.<span id="more-66"></span></p>
<p>Selain dunia pesantren dan agama tentunya, tema-tema sosial juga menjadi lahan garapan para pengarang Tembok Suci. &#8220;Itulah yang menjadikan buku ini penuh warna dan asyik untuk dibaca,&#8221; ungkap Harie Insani Putra, cerpenis asal Kalimantan Selatan. []</p>
<blockquote><p>Judul: Tembok Suci</p>
<p>Kategori: Fiksi (Cerpen)</p>
<p>Harga: Rp.25.000</p>
<p>Penerbit: mingguraya PRESS</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/tembok-suci.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengiris Pelangi Menjelma Sepohon Rindu</title>
		<link>http://mingguraya.com/mengiris-pelangi-menjelma-sepohon-rindu.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/mengiris-pelangi-menjelma-sepohon-rindu.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 06:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[hamami adaby]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Larasati Sahara]]></category>
		<category><![CDATA[mengiris pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[sepohon rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Mengiris pelangi menjelma sepohon rindu merupakan judul buku kumpulan puisi Larasati Sahara dan Hamami Adaby. Duet kedua penyair ini, meski mereka belum pernah bertemu secara fisik, dan hanya melalui jejaring sosial Facebook, namun puisi-puisi keduanya tampak seperti saling bersahutan. Larasati Sahara, Lahir di Kw. Simpang, Aceh Timur, 8 April 1973. Ia mulai berpuisi sejak SMA. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/mengirispelangi.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-63 alignleft" style="border: 2px solid black;" title="mengirispelangi" src="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/mengirispelangi-185x300.jpg" alt="mengiris pelangi menjelma sepohon rindu" width="185" height="300" /></a>Mengiris pelangi menjelma sepohon rindu merupakan judul buku kumpulan puisi Larasati Sahara dan Hamami Adaby. Duet kedua penyair ini, meski mereka belum pernah bertemu secara fisik, dan hanya melalui jejaring sosial Facebook, namun puisi-puisi keduanya tampak seperti saling bersahutan.</p>
<p style="text-align: left;">Larasati Sahara, Lahir di Kw. Simpang, Aceh Timur, 8 April 1973. Ia mulai berpuisi sejak SMA. Bekerja sebagai PNS disalah satu Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan Pemkab Aceh Utara. Alamat : Jln. Cot Sabong Gg.H.Kasim no.42/c,  Desa : Uteunkot,  Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara<span id="more-62"></span></p>
<p style="text-align: left;">Hamami Adaby, HIMSI/PUSKAJIMASTRA MENCATAT, aku berpuisi sejak tahun 70 an. Antologinya : Iqra (97), Kesumba (02), Bunga Angin (03), Dermaga Cinta (04) Uma  Bungas  Banjarbaru   (bhs.Banjar/05),   Kaduluran (06), 36 Mata Pena  (07),  Di Jari Manismu Ada Rindu  (08),  Sarjana Cinta (09),  Bendera  (10),   BADAI  dan  NYANYIAN SERIBU  SUNGAI  (11).  Antologi bersama:  Bahasa Banjar : Baturai Senja, Eza, Hamami dan Arsyad (04), Garunum (Hamami Adaby,  Arsyad Indradi, Ersis WA, Rudi Resnawan dan Dewa Pahuluan (06), PRESTASI;  Juara I Panggung Pelajar Banjarbaru (62), Juara I Mengarang puisi Hari Ibu (72), Juara IV Deklamasi Pekan Seni Amuntai  (74),  serta Juara I Syair Hymne Penastani Kalsel (80),  Juara I Penas Tani Tingkat Nasional (83).  PIAGAM SASTRA:  Bupati Barito Kuala (96), Walikota Banjarbaru (04), Gubernur Kalimantan Selatan (09) Biodata Kesastraan di Buku Pintar Sastra Indonesia, Editor : PAMUSUK ENESTE  (10).<br />
Sekarang tinggal di Jalan Permata No.10 Rt.28 Rw.12 Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru, Kalimantan Selatan.</p>
<blockquote><p>Judul: Mengiris Pelangi Menjelma Sepohon Rindu</p>
<p style="text-align: left;">Kategori: Sastra (Puisi)</p>
<p style="text-align: left;">Harga: Rp.20.000,- (belum termasuk ongkos kirim)</p>
<p style="text-align: left;">Penulis: Larasati Sahara &amp; Hamami Adaby</p>
<p style="text-align: left;">Penerbit: mingguraya PRESS</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/mengiris-pelangi-menjelma-sepohon-rindu.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urang Banua di Banua Urang</title>
		<link>http://mingguraya.com/urang-banua-di-banua-urang.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/urang-banua-di-banua-urang.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 05:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku esai]]></category>
		<category><![CDATA[esai randu alamsyah]]></category>
		<category><![CDATA[Urang Banua di Banua Urang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Alangkah naif jika bisa mengurai lalulintas permasalahan dan kedahsyatan problem-problem yang menyapa bangsa Indonesia. apalagi menguraikannya menjadi sesuatu yang benar-benar sederhana. Dalam bukunya Urang Banua di Banua Urang, Randu Alamsyah- bisa dikatakan berusaha mendekodifikasikan bahan-bahan pembangun suatu bangsa dengan gaya bertutur yang lincah tentang pelbagai fenomena politik, budaya, sosial, kultural, olahraga, ekonomi, menjadi sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/urangbanua.jpg"><img class="size-medium wp-image-59 alignleft" title="urangbanua" src="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/urangbanua-300x231.jpg" alt="urang banua di banua urang" width="300" height="231" /></a>Alangkah naif jika bisa mengurai lalulintas permasalahan dan kedahsyatan problem-problem yang menyapa bangsa Indonesia. apalagi menguraikannya menjadi sesuatu yang benar-benar sederhana. Dalam bukunya Urang Banua di Banua Urang, Randu Alamsyah- bisa dikatakan berusaha mendekodifikasikan bahan-bahan pembangun suatu bangsa dengan gaya bertutur yang lincah tentang pelbagai fenomena politik, budaya, sosial, kultural, olahraga, ekonomi, menjadi sesuatu yang bukan saja mudah dipahami, tetapi juga mengupayakan dekonstruksi pemahaman baru tentang cara kita melihat Indonesia dari sudut yang juga benar-benar baru.<span id="more-58"></span></p>
<p>Buku terbitan minggurayaPRESS 160 halaman ini memuat esai-esainya “Bilik Sunyi” dalam rentang waktu setahun terakhir di harian Radar Banjarmasin. Sebagian besar di antaranya adalah esai politik yang memotret secara fokus gawe besar lima tahunan pemilihan umum kepala daerah di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Cara penulisan esai memang sedikit longgar, non referensial, dan tersering nakal. Berpijak dari sini, Randu bisa dikatakan berhasil membebaskan dirinya dari pemikiran mainstream kaum yang menamakan dirinya intelektual, untuk kemudian lumus tak berjarak dengan apa-apa yang dituliskannya. Menarik, karena dari tatanan itu, si penulis paham bahwa ia menerjuni sebuah jurang tempat segala ketidak-objektifan sudut pandang.</p>
<p>Tetapi para pembaca diam-diam tidak akan lagi mempersoalkan ranah subjektif atau tidaknya. Dalam pelbagai esainya, Randu mencairkan semuanya dengan susastra yang lembut, walaupun juga kadang dengan bahasa yang yang telanjang tanpa tedeng aling-aling. Tak sadar, para pembaca akan dibawa ke lubang-lubang permasalahan, meski juga kadang dengan gaya yang satir ia membuat pembaca tersenyum-senyum sendiri dengan kekonyolan-kekonyolan manusiawi yang sering tak disadari.</p>
<p>Tak mudah untuk menjadi penulis esai yang baik dan bertenaga. Bahasa sastra membantu Randu menemukan pola komunikasi yang benar dalam mengkritisi segala hal dituliskannya. Unsur estetika dalam tulisannya begitu kental, rapi dan ritmik. Dalam sebuah esainya yang dijadikan judul utama buku ini “Urang Banua di Banua Urang” pembaca akan terbawa suasana haru tentang seseorang yang terpisahkan oleh tanah asal-usulnya dan menjadi gamang dengan fenomena sosio- ekonomi di sekitarnya.</p>
<p>Di sudut lain, sosok ustaz marjinal yang kerap dimunculkannya sungguh sosok yang menggelitik dengan keekstreman cara pandang yang menerobos. Seorang yang anti kemapanan dan berada “di luar pagar.” Dari sudut ini, ia menarik interpretasi yang sungguh tak biasa dari segala yang tarbit di koran-koran maupun di media-media formil lainnya.<br />
Over all, buku ini bisa menjadi buku yang wajib untuk dibaca bagi mereka yang telah jenuh akan kepungan informasi dari media kapitalis yang berorientasi kepentingan praktis. Keasyikan-keasyikan yang timbul ketika membacanya bukan saja begitu nikmat, tetapi juga mencerahkan. []</p>
<blockquote><p>Judul Buku    : Urang Banua di Banua Urang<br />
Penulis            : Randu Alamsyah<br />
Kategori         : Esai<br />
Penerbit         : mingguraya PRESS<br />
Tebal               : 160 halaman</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/urang-banua-di-banua-urang.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Melawan Dengan Budaya</title>
		<link>http://mingguraya.com/buku-melawan-dengan-budaya.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/buku-melawan-dengan-budaya.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 17:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku ogi fajar nuzuli]]></category>
		<category><![CDATA[esai melawan dengan budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan esai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Menulis: Sebuah Pilihan Budaya, untuk Melawan dengan Budaya Pengantar Oleh: Ruzaidin Noor MENULIS, MEMASUKI BUDAYA TULISAN, pada dasarnya sudah merupakan suatu perjuangan untuk keluar dari kungkungan budaya lisan. Lebih jauh, menulis adalah perlawanan untuk tidak berhenti pada permukaan, pada kelebat waktu, pada ungkapan spontan lisan, dan tidak menoleh lagi, untuk menemukan kontek dan makna yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menulis: Sebuah Pilihan Budaya, untuk Melawan dengan Budaya<br />
</strong></p>
<p>Pengantar Oleh: Ruzaidin Noor</p>
<p><a href="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/melawandenganbudaya.gif"><img class="size-medium wp-image-40 alignleft" title="melawandenganbudaya" src="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/melawandenganbudaya-300x239.gif" alt="esai ogi fajar nuzuli melawandenganbudaya" width="300" height="239" /></a>MENULIS, MEMASUKI BUDAYA TULISAN, pada dasarnya sudah merupakan suatu perjuangan untuk keluar dari kungkungan budaya lisan. Lebih jauh, menulis adalah perlawanan untuk tidak berhenti pada permukaan, pada kelebat waktu, pada ungkapan spontan lisan, dan tidak menoleh lagi, untuk menemukan kontek dan makna yang memerlukan waktu yang lebih panjang. Dengan menulis, jelas sekali, ada keinginan seseorang untuk tidak lupa: dilupakan dan melupakan. Bahkan sebaliknya membawa pengalaman sesaat ke dalam satu garis perjalanan waktu: masa lalu – masa kini – masa depan yang disatukan oleh harapan dan impian.OGI FAJAR NUZULI (OFN), dengan dorongan dirinya sendiri membawa dirinya, kesadaran insaninya, untuk memasuki budaya tulisan dengan cukup berhasil.<span id="more-39"></span></p>
<p>Keberhasilan penulis, secara sederhana, adalah ketika dia menemukan pembaca. Karena semua hasrat menulis, pada hakekatnya adalah semangat untuk dibaca. Dalam semangat tersebut, bersemayam naluri manusia untuk berkomunikasi, untuk berbagi, dan tentu saja untuk sebuah interaksi sosial melalui dialog pemikiran yang terkandung dalam tulisan tersebut. Tulisan-tulisan Ogi berhasilan menemukan pembacanya karena telah diberi wujud budaya yang lain, yakni diterbitkan menjadi buku. Semua orang tahu, buku, meskipun sudah eBook dan eBook Reader, masih menjadi lambang kebudayaan, khususnya kecendekiaan. Iniah simbol penting budaya umat manusia dan penggerak dan penjaga kesinambungann kebudayaan manusia dari zaman ke zaman sehinggga dapat mempertahankan dan bahkan memajukan kualitasnya.</p>
<p>Dalam konteks itu buku “Melawan dengan Budaya” sebagai kumpulan tulisan OFN sepanjang kurun waktu 2000-2010 dapat ditemukan tempatnya dan dimaknai. Membaca kontens gagasan atau pengalaman yang ingin dikomunikasikannya, buku ini cukup luas rentangnya. Ada gagasan tentang sosial, pendidikan, ruang publik, olah raga, teknologi, informasi dan gabungan semua itu. Ada pengalaman keseharian di Banjarbaru, ada juga yang didapat dari pengalaman di daerah lain di Indonesia. Bahkan, sangat menarik, ada juga pengalaman dari kota ke kota di mancanegara. Dari semua itu, kalau tidak keliru menyimpulkan, yang menjadi titik temu semua tulisan itu adalah kota, dalam hal ini, eksistensi Kota Banjarbaru, dan persoalan-persoalan yang mengikuti pembangunan atau perkembangannya – baik langsung, maupun tidak langsung. Jadi, bahkan ketika menulis tentang kota-kota di Jepang sana, Banjarbarulah yang menjadi tujuan semua yang dituliskan penulisnya.<br />
Tanpa harus mengomentari tulisan dalam buku OFN satu persatu, saya ingin menunjukkan perhatian mendalam penulisnya pada perkembangan kota Banjarbaru dan perkembangan teknologi komputer. Cukup banyak halaman-halaman buku dihabiskan untuk memberitahu pembaca tentang sejarah yang bergerak cepat, bagi Kota Banjarbaru, dan bagi komputer. Sebagai orang yang tinggal di Banjarbaru, dan juga, mau tidak mau, terhubung dengan perkembangan komputer, saya terkesan dengan kemampuan OFN sebagai penulis dalam menghadirkan nuansa yang bersifat khas dalam tulisannya yang menceritakan hal yang sudah umum. Jelas sekali, kehadiran perspektif personal telah meningkatkan daya ucapa dan gaya ucapdari setiap pesan yang ingin disampaikannya dalam tulisan.</p>
<p>Akhirnya menutup apresiasi saya, pada kesempatan ini, ingin saya garis bawahi bahwa dalam banyak kesempatan dalam buku ini, OFN melakukan perenungan dan bahkan lebih jauh otokritik terhadap perkembangan bangsa, dan terutama perkembangan Banjarbaru. Boleh dikata, buku ini dimulai dari titik ini: mengalami &gt; merenungi &gt; menilai peran yang dilakukan &gt; melakukan otokritik &gt; membuka jendela masa depan &gt; mencoba menemukan harapa di masa yang segera akan datang itu.</p>
<p>Banjarbaru, 3 Maret 2011</p>
<blockquote><p>Judul: Melawan dengan Budaya</p>
<p>Kategori: Esai</p>
<p>Penulis; Ogi Fajar Nuzuli</p>
<p>Pengantar : Ruzaidin Noor</p>
<p>Penerbit : mingguraya PRESS</p>
<p>Harga : Rp.35000,- (Belum termasuk ongkos kirim)</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/buku-melawan-dengan-budaya.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mingguraya Sebuah Novel</title>
		<link>http://mingguraya.com/mingguraya-sebuah-novel.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/mingguraya-sebuah-novel.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 09:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[kota Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[mingguraya]]></category>
		<category><![CDATA[mingguraya sebuah novel]]></category>
		<category><![CDATA[resensi novel mingguraya]]></category>
		<category><![CDATA[rico hasyim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Resensi Novel mingguraya di tulis oleh: HE. Benyamine Kalimantan Selatan patut berbangga dalam 5 (lima) tahun terakhir atas kehadiran beberapa buku karya sastra, terutama novel yang bercerita tentang situasi daerah dan kehidupan warganya, yang mana melalui novel-novel tersebut dapat dibayangkan hidup dan kehidupan warga dan kecenderungan-kecenderungannya. Karya sastra juga dapat memberikan petunjuk tentang perubahan-perubahan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Resensi Novel mingguraya di tulis oleh: </strong></p>
<p><strong>HE. Benyamine</strong></p>
<p><a href="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/sampulmingguraya.gif"><img class="size-medium wp-image-21 alignleft" style="border: 2px solid black; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="sampulmingguraya" src="http://mingguraya.com/wp-content/uploads/2011/08/sampulmingguraya-300x225.gif" alt="sampul novel mingguraya" width="300" height="225" /></a>Kalimantan Selatan patut berbangga dalam 5 (lima) tahun terakhir atas kehadiran beberapa buku karya sastra, terutama novel yang bercerita tentang situasi daerah dan kehidupan warganya, yang mana melalui novel-novel tersebut dapat dibayangkan hidup dan kehidupan warga dan kecenderungan-kecenderungannya.</p>
<p>Karya sastra juga dapat memberikan petunjuk tentang perubahan-perubahan yang terjadi dan akan terjadi pada pola hidup dan kehidupan masyarakat suatu wilayah yang dijadikan tempatan cerita. Hal ini terlihat dalam Mingguraya Sebuah Novel karya Rico Hasyim (<a title="Penerbit Mingguraya PRESS" href="http://mingguraya.com/"><strong>Penerbit Mingguraya Press</strong></a>, 2011) yang menjadikan Kota Banjarbaru sebagai tempatan cerita.</p>
<p>Meskipun sebagai karya fiksi, namun sebagian tempat yang menjadi lokasi cerita masih dapat dikenali saat sekarang, seperti Hotel Banjarbaru, Lapangan Murdjani, Mingguraya, dan Gedung Bina Satria; yang memang sebagiannya mengalami perubahan menjadi sesuatu yang baru dalam bentuk bangunan fisiknya. Novel ini sekarang dimuat Koran Media Kalimantan setiap hari sebagai Cerita Bersambung (Cerbung) sejak tanggal 28 Juni 2011 di halaman C5 Seni &amp; Budaya.<span id="more-19"></span></p>
<p>Setelah selesai membaca novel Mingguraya, yang terbayang adalah endorsement Dewa Pahuluan (Presiden MGR) berikut yang terdapat pada depan sampul buku,  “Buku yang menceritakan kehidupan anak muda Kota Banjarbaru pada masa penulisnya, bertutur tentang kesetiakawanan dan persaudaraan, keceriaan yang diwarnai dengan imajinasi dan kreativitas, yang ditulis secara ringan dan mengalir.</p>
<p>Bagi generasi muda sekarang, buku ini tidak ada yang dapat dikatakan selain inspiratif.” Terbesit bahwa Dewa Pahuluan benar adanya mengatakan hal yang demikian, karena memang dalam novel tersebut bercerita tentang hal yang demikian. Novel ini juga menggambarkan bagaimana anak muda pada masa itu sebagaimana anak muda dengan segala “kenakalan” dan kecenderungan dalam pencarian identitas diri telah mewarnai kehidupan Kota Banjarbaru pada masanya.</p>
<p>Novel ini mampu menghadirkan suasana kehidupan anak muda pada masa remaja penulis dengan teman-temannya di Kota Banjarbaru, dalam pencarian identitas diri yang tersalurkan dalam berbagai kegiatan positif; seperti pembentukan group band dengan nama yang cukup panjang Orkis Symponi Rock Klasik Irama Dangdut Pancaran Sinar Rombong Mingguraya dengan ciri khas Tasmak Hirang&#8211;Dasi Habang.</p>
<p>Dalam novel ini juga tergambar bagaimana anak muda di Kota Banjarbaru terbagi dalam beberapa kelompok (gank), sehingga berkembang bahasa prokem (gaul) untuk menjadi bahasa yang rahasia dan untuk sebagiannya tidak dapat dimengerti oleh kelompok yang lainnya. Bahasa prokem (gaul) yang mereka ciptakan merupakan bagian dari kreativitas yang tidak terpengaruh dari kecenderungan penggunaan bahasa gaul Jakarta yang sekarang merasuki anak muda saat ini melalui saluran televisi. Hingga sekarang, sebagian orang masih ada yang menggunakan bahasa gaul Mingguraya (Banjarbaru), kadang jika lewat di Mingguraya masih ada yang berbicara dengan bahasa gaul tersebut, yang jika diperhatikan orang-orang tersebut sudah tidak muda lagi.</p>
<p>Dengan gaya penulisan yang ringan dan mengalir, beberapa peristiwa terkesan seperti tidak saling berkaitan, dengan alur yang tidak dipentingkan, namun seluruh cerita terhubung kepada aku si pencerita.  Melalui tokoh-tokohnya, novel ini membangun alur ceritanya sendiri dengan plot yang menarik. Cerita yang merupakan serpihan-serpihan imajinasi aku si pencerita yang terangkai dalam bentuk reduksi pada kehadiran tokoh-tokohnya merupakan gaya penulisan yang secara sadar melibatkan pembaca dalam mengikuti suasana alur yang diabaikan namun dibangkitkan pada si pembaca sendiri.</p>
<p>Di sini, dunia fiksi yang dihadirkan penulisnya, tidak selalu sebagai suatu alur yang lurus dan ideal, tetapi alur yang dititipkan pada si pembaca. Dalam bagian-bagian cerita tersebut terasa adanya kesadaran tentang kebosanan pembaca pada sesuatu yang kaku dan sangat teratur, sehingga cerita yang lucu dan ringan selalu dihadirkan dalam setiap bagian cerita.</p>
<p>Membaca novel Mingguraya terasa begitu ringan, lucu, dan apa adanya kecenderungan jiwa muda. Mereka yang muda dan remaja akan terasa seperti sedang mengalami kehidupan seperti itu, meskipun adanya perbedaan zaman dan perubahan zaman, tetapi “kenakalan” dan pencarian identitas diri tiada yang berubah bagi suatu generasi muda. Sedang mereka yang sudah lewat masa mudanya, akan terasa sedang mengenang masa yang begitu indah dan penuh dengan keceriaan dan petualangan atau pengembaraan saat muda dulu.</p>
<p>Kota Banjarbaru patut bangga atas kehadiran Mingguraya Sebuah Novel, karena hidup dan kehidupan penulisnya di kota inilah novel ini bercerita. Suatu catatan tentang Kota Banjarbaru, yang sebagian ceritanya memang pernah mewarnai dinamika perjalan kota pada suatu masa.  Sepakat dengan Dewa Pahuluan, Presiden MGR, bahwa novel ini bagi generasi muda tidak ada yang dapat dikatakan selain inspiratif, karenanya layak untuk dibaca.</p>
<p>Mingguraya Sebuah Novel menghadirkan suatu masa Kota Banjarbaru, meskipun dalam bentuk fiksi, namun dapat menjadi bahan bacaan untuk lebih mengenal Kota Banjarbaru. Di samping itu, novel ini mampu menjadikan waktu senggang yang tersedia lebih ceria dan berwarna saat membacanya. []</p>
<blockquote><p>Judul Buku: mingguraya</p>
<p>Pengarang: Rico Hasyim</p>
<p>Penerbit: mingguraya PRESS</p>
<p>Kategori: Fiksi (Novel)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/mingguraya-sebuah-novel.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mingguraya PRESS</title>
		<link>http://mingguraya.com/mingguraya-press.php</link>
		<comments>http://mingguraya.com/mingguraya-press.php#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 04:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[mingguraya press]]></category>
		<category><![CDATA[penerbit buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mingguraya.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Situs resmi mingguraya PRESS, penerbit buku mingguraya PRESS Banjarbaru Kalimantan Selatan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Situs resmi <a title="Penerbit Mingguraya PRESS" href="http://mingguraya.com/" target="_blank">mingguraya PRESS</a>, penerbit buku mingguraya PRESS Banjarbaru Kalimantan Selatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mingguraya.com/mingguraya-press.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

